Hanya Pejabat Ini Yang Dapat Mobil Dinas di Swedia, Yang Lain Naik Transportasi Umum
16 Januari 2025 | 16:55 WIB

GRAHANUSANTARA.COM - Di Indonesia dan sejumlah negara lain, Pejabat pemerintahan mempunyai hak fasilitas mewah seperti mobil dinas. Namun beda halnya dengan Swedia, yang tidak memberikan fasilitas mewah terhadap pejabatnya
Dilansir dari Mail and Guardian, Swedia tidak memberikan kemewahan atau hak istimewa lainnya kepada para aparatur negaranya. Tanpa mobil dinas atau sopir pribadi, para menteri dan anggota parlemen Swedia bepergian layaknya masyarakat umum, seperti dengan bus dan kereta.
Justru Pejabat atau politisi di sana yang berani menghabiskan uang rakyat untuk naik taksi, alih-alih transportasi massal, malah akhirnya menjadi cemoohan.
Bahkan juru bicara Parlemen menerima kartu untuk menggunakan transportasi umum.
Meski begitu ada juga yang diberi keistimewaan-keistimewaan tersebut. Yakni hanya Perdana Menteri yang berhak menggunakan mobil dari pasukan keamanan secara permanen.
Diberitakan BBC, hanya ada satu pejabat di Swedia yang mendapat mobil dinas. Pejabat itu adalah Perdana Menteri.
"Satu-satunya pejabat tinggi negara yang punya mobil dinas adalah Perdana Menteri," demikian dikutip dari BBC.
Parlemen Swedia juga hanya punya tiga mobil berupa Volvo S80. Itu hanya boleh digunakan oleh ketua dan tiga wakilnya dan cuma dipakai untuk tugas-tugas parlemen. Tiga mobil dinas itu tak boleh dipakai untuk mengantarkan anggota DPR dari kantor ke rumah.
Baca juga:Pejabat di Swedia Tak Diberi Mobil Dinas, Parlemen Cuma Punya 3 Volvo
"Kami ini tak berbeda dengan warga kebanyakan," ujar Per-Arne Hakansson, anggota DPR dari Partai Sosial Demokrat seperti dikutip BBC.
"Tugas utama kami adalah mewakili rakyat, jadi tak pantas rasanya jika kami diistemewakan atau mendapatkan banyak fasilitas atau gaji tinggi," kata Hakansson.
"Yang membuat kami istimewa adalah kesempatan untuk ikut menentukan kebijakan negara," imbuhnya. (Jlk)