Nasional

Pemerintahan

Megapolitan

Daerah

Bisnis

Pariwisata

Kuliner

Gaya Hidup

Seleb

Peristiwa

Dunia

Hiburan

Indeks

Jokowi Dicap Bohong Sejak Awal Terkait Investor di IKN

Megapolitan

27 Desember 2024 | 20:13 WIB

Tim Redaksi
Pengamat politik dan ekonomi Anthony Budiawan, mengkritik mantan Presiden Joko Widodo soal investor IKN
Pengamat politik dan ekonomi Anthony Budiawan, mengkritik mantan Presiden Joko Widodo soal investor IKN

GRAHANUSANTARA.COM - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang digagas mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat kritik pedas. Proyek tersebut dinilai terlalu ambisius, dan terdapat kebohongan soal investor. 

Kritik tersebut datang dari Pengamat ekonomi dan politik Anthony Budiawan. Ia menilai proyek ini sejak awal tidak menarik perhatian investor, meski pemerintah terus menyebut adanya ketertarikan dari berbagai pihak. 

"Sejak awal tidak ada investor tertarik investasi di IKN," tulis Anthony dii aplikasi X @AnthonyBudiawan, Rabu (25/12/2024). 

Bukan itu saja, lebih dalam lagi Anthony menyindir soal Softbank yang dikatakan menjadi calon investor di IKN. Kata Anthony, hal tersebut sebuah kebohongan. Menurutnya tidak ada pernyataan resmi dari Softbank ataupun investor soal minat mereka untuk berinvestasi di IKN. 

"Softbank tidak pernah menyatakan mau investasi di IKN. Tidak pernah ada pernyataan publik dari investor dan Softbank," tutur Anthony. 

Melihat fakta tersebut, Anthony menuding mantan Presiden Jokowi telah memberikan informasi yang menyesatkan terkait proyek ini, yang menurutnya hanya membebani keuangan negara.


"Artinya, sejak awal Jokowi bohong, merugikan keuangan negara ratusan triliun," kuncinya.

Sebelumnya diketahui, Majalah Tempo edisi terbaru menyoroti perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), dengan wawancara eksklusif bersama Sugianto Kusuma (Aguan), bos Agung Sedayu Group. 

Isu utama yang dibahas adalah keterlibatan Aguan dan para taipan dalam investasi di IKN, yang didorong langsung oleh mantan Presiden Jokowi. 

Aguan mengungkapkan bahwa permintaan investasi tersebut adalah sebuah "perintah" dari Jokowi, yang menurutnya harus dipatuhi demi "menyelamatkan wajah presiden. 

Aguan juga mengkritik klaim pemerintah bahwa ratusan investor sudah tertarik menanamkan modal di IKN, menyebutnya sebagai pepesan kosong. 

Meskipun dikenal jarang tampil di media, Aguan memilih untuk berbicara terbuka kali ini, menjelaskan bahwa para taipan, termasuk dirinya, tidak dapat menolak permintaan tersebut. 

Ia mengungkapkan bahwa Jokowi sengaja menggandeng taipan lokal untuk menunjukkan bahwa IKN diminati oleh pemilik uang.
 

Komentar:
PILIHAN UNTUKMU